Materi 1 (Hakikat Keterampilan Berbahasa)

Nama : Fenny Anggraini (A1D117011)
Ruang : 001
Semester   : 3
Dosen Pengampu
1.   Drs. Maryono, M.PD
2.  Agung Rimba Kurniawan, S.Pd., M.Pd


Materi 1
Lihat
Download


HAKIKAT KETERAMPILAN BERBAHASA
Dalam berkomunikasi sangat memerlukan keterampilan berbahasa ada orang yang memiliki kemampuan berbahasa secara optimal sehingga setiap tujuan komunikasinya tercapai, ada juga yang kemampuan berbahasanya lemah sehingga sering terjadi kesalahpahaman dalam berkomunikasi.
A.  Pengertian dan manfaat keterampilan berbahasa
Keterampilan berbahasa dapat dikelompokkan ke dalam dua kategori, yakni:
1.  Aspek reseptif bersifat penerimaan atau penyerapan, seperti yang tampak pada
kegiatan menyimak dan membaca.
2. Aspek produktif bersifat pengeluaran atau pemroduksian bahasa, baik lisan maupun
tertulis sebagaimana yang tampak dalam kegiatan berbicara dan menulis.
Dalam kenyataan, aktivitas komunikasi dalam wujud berbicara, mendengarkan, menulis, dan membaca tidaklah sesederhana yang bersifat satu arah. Komunikasi yang terjadi sering pula bersifat 2 arah.
Seseorang dikatakan memiliki keterampilan berbicara apabila yang bersangkutan terampil memilih bunyi-bunyi bahasa (berupa kata, kalimat, serta tekanan dan nada) secara tepat serta memformulasikannya secara tepat. Seseorang dikatakan terampil mendengarkan (menyimak) apabila yang bersangkutan memiliki kemampuan menafsirkan makna dari bunyi-bunyi bahasa (berupa kata, kalimat, tekanan, dan nada) yang disampaikan pembicara dalam suatu konteks komunikasi tertentu. Seseorang dikatakan memiliki keterampilan menulis bila yang bersangkutan dapat memilih bentuk-bentuk bahasa tertulis (berupa kata, kalimat, paragraf) serta menggunakan retorika (organisasi tulisan) yang tepat guna mengutarakan pikiran, perasaan, gagasan, fakta. Seseorang dikatakan terampil membaca bila yang bersangkutan dapat menafsirkan makna dan bentuk-bentuk bahasa tertulis (berupa kata, kalimat, paragraf, organisasi tulisan) yang dibacanya.   
Keterampilan berbahasa bermanfaat dalam melakukan interaksi komunikasi dalam masyarakat. Kita dapat mengungkapkan pikiran, mengekspresikan perasaan, menyatakan kehendak/pendapat, atau melaporkan fakta-fakta yang kita amati. Selain itu, banyak profesi dalam kehidupan bermasyarakat yang keberhasilannya bergantung pada tingkat keterampilan berbahasa yang dimilikinya, misalnya profesi sebagai manager, jaksa, pengacara, guru, penyiar, dai, wartawan, dan lain-lain.


B.  Aspek-aspek keterampilan berbahasa
Keterampilan berbahasa terdiri atas 4 aspek, yakni keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Menyimak dan berbicara merupakan aspek keterampilan berbahasa ragam lisan, sedangkan membaca dan menulis merupakan keterampilan bahasa ragam tulis.


Empat Jenis Keterampilan Berbahasa

          Lisan
            Tulis
Reseptif
Mendengarkan
Membaca
Produktif
Berbicara
Menulis


Mendengarkan dan berbicara merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif, sedangkan berbicara dan menulis bersifat produktif. Untuk menguasai keempat jenis keterampilan bebahasa tersebut seseorang harus menguasai sejumlah keterampilan mikro dari masing-masing aspek keterampilan tersebut.


C.  Keterkaitan aspek-aspek keterampilan Berbahasa
1. Hubungan Berbicara dan mendengarkan atau menyimak merupakan dua aspek
keterampilan berbahasa lisan yang berkaitan erat. Menurut Brooks dalam Tarigan (1994:3), berbicara dan mendengarkan merupakan kegiatan komunikasi dua arah yang bersifat langsung. Berbicara bersifat produktif, sedangkan mendengarkan atau menyimak bersifat reseptif.
2. Hubungan Menyimak dengan Membaca
Membaca merupakan jenis keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif. Perbedaannya hanya pada objek yang menjadi fokus perhatian awal yang menjadi stimulus. Pada mendengarkan fokus perhatian (stimulus) berupa suara (bunyi-bunyi), sedangkan pada membaca adalah lambang tulisan. Mendengarkan berkaitan dengan penggunaan bahasa ragam lisan, sedangkan membaca merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis.
3. Hubungan Menyimak dengan Menulis
Menulis merupakan jenis keterampilan berbahasa yang bersifat produktif. Telah dikemukakan pada bagian terdahulu bahwa baik membaca maupun menulis merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis. Seseorang menulis guna menyampaikan gagasan, perasaan atau informasi dalam bentuk tulisan. Sebaliknya, seseorang membaca guna memahami gagasan, perasaan atau informasi yang disajikan dalam bentuk tulisan tersebut.
Dalam pemerolehan atau belajar suatu bahasa, keterampilan berbahasa jenis reseptif
tampak banyak mendukung pemerolehan bahasa jenis produktif. Dalam suatu peristiwa
komunikasi seringkali beberapa yang bisa digunakan dalam komunikasi lisan. Dalam
aktivitas berkomunikasi keempat aspek keterampilan berbahasa itu tidak digunakan secara
tunggal, melainkan digunakan secara bersama-sama guna mencapai tujuan komunikasi.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Materi 10 (Refleksi praktek membaca)

Gangguan Berbahasa (Latah)

Materi 9 (Pembelajaran membaca(Metode, media dan penilain))