Materi 2 (Keterampilan berbahasa menyimak)
Nama : Fenny Anggraini (A1D117011)
Ruang : 001
Semester : 3
Dosen Pengampau
1. Drs. Maryono, M.PD
2. Agung Rimba Kurniawan, S.Pd., M.Pd
KETERAMPILAN BERBAHASA MENYIMAK
A. Konsep menyimak
Pada kegiatan mendengarkan tidak ada unsur kesengajaan apalagi tujuan/rencana, pada mendengarkan sudah ada unsur kesengajaan dan tujuan / rencana, tetapi belum ada unsur pemahaman, sedangkan pada kegiatan menyimak ada unsur kesengajaan, tujuan/rencana, dan juga pemahaman.
Menyimak didefenisikan oleh Tarigon (1987:28) sebagai suatu proses, yaitu mendengarkan lambang-lambang lisan dengan penuh perhatian, pemahaman apresiasi, serta interpretasi untuk memperoleh informasi, menangkap isi atau pesan serta memahami makna komunikasi yang telah disampaikan oleh pembicara melalui ujaran atau bahasa lisan.
B. Peranan menyimak
Dalam kehidupan sehari-hari menyimak berperan sebagai penambah informasi atau pengetahuan dan pengalaman yang dapat kita pelajari dari orang lain dan dapat kita manfaatkan dalam kehidupan. Sedangkan dalam pembelajaran menyimak berperan sebagai berikut.
1. Dasar belajar bahasa,
2. Penunjang keterampilan berbicara, membaca, dan menulis,
3. Pelancar komunikasi lisan,
4. Penambah informasi atau pengetahuan.
C. Kaitan menyimak dengan keterampilan berbahasa lain
Menyimak tidak dapat berdiri sendiri menyimak sangat erat kaitannya dengan keterampilan berbahasa lain.
1. Menyimak dan berbicara
Memiliki kaitan yang sangat erat . hal ini dikarenakan menyimak dan berbicara memiliki banyak kesamaan , dimana kesaamaannya ditunjukkan paa proses komunikasi yang terjadi. Ketika seseorang menyimak harus ada yang disimak yaitu pembicara. Sebaliknya, jika sesseorang berbicara harus ada orang yang menyimak pembicaraannya.
2. Menyimak dan membaca
Menyimak dan membaca juga memiliki kesamaan sifat yaitu sama-sama bersifat aktif reseftif atau menerima secara aktif. Bedanya menyimak bersumber pada lisan, sedangkan membaca bersumber pada tulisan.
3. Menyimak dan menulis
Menyimak dan menulis memang dua keterampilan berbahasa yang memiliki sifat berbeda. Menyimak bersifat aktif reseptif, sedangkan menulis bersifat produktif. Tetapi, keduanya memiliki hubungan yang terlihat pada manfaat hasil menyimak terhadap kegiatan menulis. Seorang penulis memerlukan pengetahuan mengenai berbagai hal tidak hanya dengan memebaca tetapi juga dengan menyimak.
C. Menyimak sebagai suatu proses
Tahap-tahap menyimak dimulai dengan Tahap mendengar, setelah mendengar ujar-ujaran/pembicaraan yang masuk ketelinga si penyimak kemudian masuk ke tahap memahami, lalu penyimak berusaha menafsirkan isi atau maksud pembicaraan atau disebut tahap menginterprestasi, kemudian si penyimak menilai atau mengevaluasi apa yang dia simak baik atau buruk, pantas untuk diterima atau harus ditolaknya. Tahap terakhir yaitu tahap menanggapi, penyimak mengungkapkan hasil akhir dari kegiatan menyimaknya. Penyimak akan mengatakan setuju atau tidak setuju atas isi pembicaraan yang diujarkan pembicara.
D. Jenis-jenis menyimak
a. Menyimak berdasarkan tujuan
1. Menyimak untuk belajar
2. Menyimak untuk hiburan
3. Menyimak untuk menilai
4. Menyimak untuk mengapresiasi
5. Menyimak untuk memecahkan masalah
b. Menyimak berdasarkan intensitas
1. Menyimak ekstensif yaitu menyimak bagian-bagian yang penting
saja, secara umum, sepintas, dan garis-garis besarnya saja tanpa
dibimbing langsung oleh seorang guru)
- Menyimak sekunder (menyimak yang dilakukan pada saat atau bersamaan dengan kegiatan lain)
- Menyimak pasif (menyimak sambil melakukan pekerjaan lain, perhatian dapat beralih sepenuhnya dari satu kegiatan ke kegiatan lain yang lebih menarik perhatiannya.
- Menyimak estetis (Penyimak secara serius dan bersungguh-sungguh memperhatikan suatu acara atau pertunjukan secara langsung maupun melalui siaran televisi atau radio. Secara imajinatif, penyimak ikut terlibat, mengalami, melakukan, dan merasakan karakter dari setiap pelaku.
2. Menyimak Intensif yaitu penyimak memerlukan arahan dan
bimbingan yang ketat karena bahan-bahan yang harus disimak perlu dipahami secara terperinci, teliti, dan mendalam.
- Menyimak kritis
- Menyimak konsentratif
- Menyimak kreatif
Komentar
Posting Komentar