Materi 5 (Hakikat Berbicara)
Nama : Fenny Anggraini (A1D117011)
Ruang :
001
Semester :
3
Dosen
Pengampau
1. Drs. Maryono, M.PD
2. Agung Rimba Kurniawan, S.Pd., M.Pd
Materi 5
HAKIKAT
BERBICARA
Berbicara merupakan proses penuangan
gagasan dalam bentuk ujaran
ujaran. Ujaran-ujaran yang muncul merupakan
merupakan perwujudan dari
gagasan yang sebelum berada pada tataran ide. Hal
ini sesuai dengan yang
diungkapkan oleh Suhendra, berbicara adalah
prosesperubahan wujud
pikiran/perasaan menjadi wujud ujaran(1992:20).
Tujuan
yang dimaksud adalah bunyi-bunyi bahasa yang bermakna.
Kebermaknaannya menjadi suatu keharusan jika bunyi
bahasa tersebut ingin
Dikategorikan sebagai kegiatan berbicara.
Tujuan berbicara
1. Tujuan
sosial, kegiatan berbicara sebagai sarana untuk membangun konsep diri,
eksentensi diri, kelangsungan hidup,
memperoleh kebahagiaan, dan menghindari tekanan serta ketegangan.
2. Tujuan
ekspresif, untuk mengekspresikan perasaan pembicara kepada orang lain.
3. Tujuan
ritual sering menggunakan bahasa sebagai media untuk menyampaikan pesan ritual
kepada penganutnya.
4. Tujuan
instrumental, kegiatan berbicara digunakan sebagai alat untuk memperoleh
sesuatu.
Peran berbicara dalam keseharian
Dilihat
dari situasinya, berbicara digolongkan kedalam berbicara formal
dan nonformal.
· Formal,
terikat secara ketat oleh aturan-aturan dan dibatasi oleh ruang dan
waktu.
· Nonformal,
tidak begitu ketat terikat dengan aturan dan tidak dibatasi
ruang dan waktu.
Kaitan berbicara dengan keterampilan lain
1. Hubungan
berbicara dengan menyimak
2. Hubungan
berbicara dengan membaca
3. Hubungan
berbicara dengan menulis
Pengertian
berbicara sebagai proses
Berbicara
sebagai proses adalah kegiatan berbicara yang dimulai dengan proses simbolisasi
pesan dalam diri pembicara untuk disampaikan kepada pendengar melalui sebuah
media untuk menentukan respon yang sesuai dengan yang diharapkan pembicara.
Tahap-tahap dalam berbicara
1. Penyiapan
2.
Pelaksanaan kegiatan berbicara
3. Evaluasi
Komentar
Posting Komentar