Materi 3 (Strategi pembelajaran Menyimak)
Nama
: Fenny Anggraini(A1D117011)
Ruang
: 001
Semester
: 3
Dosen Pengampau
1.
Drs. Maryono, M.PD
2.
Agung Rimba Kurniawan, S.Pd., M.Pd
Materi 3
STRATEGI PEMBELAJARAN MENYIMAK
Pembahasan strategi pembelajaran
menyimak dalam hal ini meliputi pengertian menyimak, tujuan menyimak, proses
kegiatan dan strategi
menyimak, dan penilaian menyimak dalam kelas.
1. Pengertian Menyimak
Keterampilan menyimak merupakan salah
satu keterampilan berbahasa yang utama. Menurut beberapa pendapat mengatakan
bahwa menyimak sebagai suatu proses bahasa yang dimaknai ke dalam pikiran.
2. Tujuan pembelajaran menyimak
1.
Persepsi (Proses mendengarkan didasarkan pada pemahaman
pengetahuan tentang kaidah-kaidah
kebahasaan)
2.
Reseptif (Pemahaman pesan atau penafsiran pesan yang dikehendaki
pembicara)(Iskandariwassid, Hal.230).
Tujuan pembelajaran menyimak dibagi
menjadi dua bagian, pertama menyimak umum dan menyimak kritis (Iskandariwassid,
hal.237-239).
3. Proses kegiatan menyimak
Proses kegiatan menyimak menurut
Borwn (1995),
1.
Pendengar memproses raiw specch an menyimpan image darinya dalam
short term memory.
2.
Pendengar menentukan tipe dalam setiap peristiwa pembicaraan yang
sedang diproses.
3.
Pendengar mencari maksud dan tujuan pembicara dengan
mempertimbangkan bentuk dan jenis pembicaraan,
konteks dan isi.
4.
Pendengar me-recall latar
belakang informasi.
5. Pendengar mencari arti literal dari pesan
yang di dengar
. 6.
Pendengar menentukan arti yang dimaksud.
7. Pendengar mempertimbangkan apakah informasi
yang diterima harus
disimpan di dalam memorinya atau ditulis.
8.
Pendengar menghapus pesan-pesan yang telah diterima .
4. Strategi pembelajaran menyimak
Strategi pembelajaran keterampilan menyimak
adalah seni merancang tindakan pelaksanaan proses pembelajaran mengenai
kemampuan menginformasikan kembali pemahamannya melalui keterampilan berbicara
maupun menulis.
a.
Menyimak dalam pengajaran bahasa : David Nunan
·
Proses mendengar dasar
Dua
pandangan menyimak telah mendominasi pedagogig
Bahasa
sejak awal tahun 1980 yaitu bottom up dan top-down view. Model bottom-up
berasumsi bahwa mendengar adalah proses membaca kata-kata yang didengar dalam
linear fashion dari fenom hingga teks lengkap. Alternatifnya, top-down view
menyarankan bahwa pendengar secara aktif menkonstruksikan arti pembicaraan yang
sebenarnya menggunakan suara yang datang sebagai petunjuk.
·
Menyimak dalam praktik
Suatu
dimensi yang berpusat pada pelajar di kelas menyimak satu atau dua cara.
Pertama, tugas dapat direncanakan dimana aksi kelas berpusat pada pelajar,
bukan pada guru. Kedua, materi mengajar seperti tipe material yang lain dapat
diberikan suatu dimensi yang berpusat pada pelajar dengan membuat pelajar
terlibat dalam proses mendasar pembelajaran mereka dan dalam membuat konstruksi
aktif terhadap pembelajaran.
b. Hasil pembelajaran listening : John Field
·
Pre-listening (kata-kata kritis)
Beberapa macam aktivitas listening
menyangkut kosakata gagasan, me-review arca grammar atau mendiskusikan topic
teks listening.
·
Listening
1. Jasa intensif/ekstensif
2. Pertanyaan preset
3. Tugas Listening
c. Post
Listening
Sebagai
bagian post-listening, satu dapat menanyakan para pelajar untuk menyimpulkan
arti kata baru dari konteks yang mereka munculkan sebagaimana mereka kerjakan
dalam membaca prosedurnya adalah untuk menulis kata target di papan, mengulangi
kalimat yang mereka ketahui, dan meminta pelajar untuk mencari arti.
Menyimak di kehidupan nyata
1.
Penggunaan alat pencipta waktu
2.
Penggunaan alat-alat fasilitas
3.
Penggunaan alat kompensasi
4.
Implikasi pedagogic
5.
Implementasi kelas.
Komentar
Posting Komentar